Burung Twitter

Kamis, 14 Maret 2013

Resensi "Charlie Si Jenius Dungu"


BAB 1
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dari tangan seorang profesor yang pernah mengajar di lebih dari enam puluh universitas, serta menerima gelar B.A dan M.A.  oleh Brooklyn College, Daniel Keyes, tertuanglah hasil pemikiran imajinatif kedalam sebuah karya fiksi ilmu pengetahuan yang berhasil meraih penghargaan HUGO AWARD dan NEBULA AWARD berjudul “Charlie Si Jenius Dungu”.
Ide kreatif penulis untuk mengangkat kisah ini dengan membuat pembaca seolah-olah tidak membaca novel tapi membaca sebuah catatan harian seorang terbelakang, berhasil membuat buku yang dicetak pertama kali pada oktober 2006 ini laku terjual hingga lebih dari 5 juta copy.
Charlie, seorang penyapu lantai, terlahir dengan IQ 68 dan selalu jadi bahan olok-olok teman-temannya, hingga suatu saat eksperimen yang dimaksudkan untuk meningkatkan kecerdasan manusia mengubahnya menjadi seorang jenius. Tapi kemudian, Algernon, seekor tikus yang sebelumnya sukses melalui eksperimen yang sama, mengalami kemunduran kecerdasan secara drastis dan akhirnya mati. Akankah hal yang sama akan terjadi pada Charlie???

Baca aja yach resensinya di bab pembahasan… =p









BAB 2
PEMBAHASAN

Resensi Buku :

Judul Buku
Penulis
Penerbit
:
:
:
Charlie Si Jenius Dungu
Daniel Keyes
Ufuk Press

Charlie Gordon merupakan tokoh utama dalam novel ini. Ia berusia 32 tahun, namun memiliki IQ sangat rendah. Karena keterbelakangan mentalnya ini, sehari-hari ia belajar di Sekolah Beekman, yaitu sekolah untuk orang dewasa yang mengalami keterbelakangan mental, yang di bina oleh seorang wanita seumuran dengan para siswanya, bernama Kinnian.
Ada suatu Eksperimen yang dimaksudkan untuk meningkatkan kecerdasan yang telah diujikan terhadap seekor tikus, Algernon, yaitu seekor tikus putih  yang merupakan satu dari sekian sedikit tikus yang beruntung menjadi bahan percobaan eksperimen yang ternyata berhasil diujikan terhadap seekor tikus. Karena keberhasilan ini, para peneliti yang terdiri atas dokter-dokter yang menjadi dosen di Universitas Beekman, ingin mengujikannya kepada manusia. Maka terpilihlah Charlie untuk menjalani percobaan ini. Sebagai timbal balik atas kesediaannya menjadi bahan percobaan ini Charlie diberi upah, tentu saja dengan diberi upah seperti upah melebihi upah saat ia bekerja.
Sehari-hari, Charlie bekerja sebagai tukang bersih-bersih dan mengurus pengiriman di toko kue yang namanya diambil dari nama pemiliknya, Donners. Selain bekerja disitu, Charlie juga tinggal disitu, tentu saja atas izin si pemilik. Donners merupakan sahabat pamannya, Herman. Donners diminta untuk memberi pekerjaan kepada Charlie, yang berumur 15 tahun, serta mengawasinya, sebelum pamannya meninggal dunia. Dan 3 kali dalam seminggu saat libur kerja, Charlie datang ke sekolah Beekman, Sekolah untuk dewasa terbelakang, untuk belajar membaca dan menulis.
Ayahnya bernama Maat Gordon, dan ibunya Rose Gordon, awalnya masih menerima kehadiran Charlie, namun kemudian Rose, ibunya, melakukan berbagai macam usaha untuk memubuat Charlie tumbuh dan berkembang selayaknya manusia normal. Ketakutannya, rasa bersalahnya, rasa malunya karena Charlie bodoh membuat Rose tega membawa Charlie ke Panti Warent. Charlie memang tidak tinggal dengan orang tuanya semenjak ibunya mencoba memasukkannya ke panti Warrrentketika menemui jalan buntu untuk membuat Charlie normal, yaitu panti tempat orang-orang dewasa yang mengalami keterbelakangan mental, dirawat dan dibina. Namun karena pamannya tidak tega, Herman lalu mengambil dan mengasuhnya. Charlie tidak bisa mengingat bagaimana wajah ayah dan ibu, serta adik perempuannya, Norma. Charlie bahkan tidak tahu, apakah mereka masih hidup, atau sudah meninggal. Yang dia tahu, adik perempuannya tinggal di Brooklyn, itu juga berdasarkan info dari Prof. Nemur yang mencari tahu dan meminta izin kepada Norma untuk menjadikan Charlie sebagai bahan percobaan untuk eksperimennya.
Selain Charlie, ada beberapa orang lagi yang bekerja di toko kue itu. Gimpy, seorang kepala pembuat kue yang kakinya cacat dan pincang, dibantu dengan Oliver, untuk mengaduk adonan. Ernie, orang yang dipekerjakan Donners untuk mengurusi pengiriman barang, mungkin karena khawatir akan hasil pekerjaan  Charlie, ia dipekerjakan. Kemudian Frank Reilly dan Joe Carp yang juga bekerja di toko roti donners, merupakan orang yang sering menjahili Charlie tanpa disadari oleh Charlie karena keterbelakangannya. Juga ada satu orang lagi yang bernama Fanny Birder, biasanya Fannylah yang membela Charlie ketika dia menjadi korban keusilan teman-temannya ditempat kerja.
Awalya ia memang tak mampu menuliskan kata-kata dengan benar. Pada halaman-halaman awal novel ini, anda akan menemukan banyak sekali kesalahan penulisan kata. Kata-kata tersebut bukan karena salah ketik/cetak, bukan pula karena belum melalui proses penyuntingan, namun inilah salah satu hal yang menjadikan novel ini berbeda. Novel ini seluruhnya menggambarkan kejadian atau kegiatan sehari-hari Charlie, yang ditulisnya dalam sebuah buku laporan kegiatan harian.  Dalam buku catatan atau laporan kemajuan awal yang ditulisnya sendiri atas perintah dokter yang berusaha meningkatkan kecerdasannya, terlihat Charlie juga masih belum memahami apa tanda titik (.) dan koma (,).
Setelah operasi dilakukan, pelan tapi pasti Charlie mengalami banyak perubahan, tentunya setelah melalui banyak proses. Mulai dari penggunaan tanda baca saat ia menulis laporan-laporan kemajuannya, memahami kata-kata sukar dengan bantuan kamus, hingga mempelajari ilmu pengetahuan umum. Charlie kemudian berubah menjadi cerdas, bahkan bisa dikatakan jenius dan menguasai beberapa macam bahasa melebihi para professor yang menjadikannya bahan percobaan.
Penelitian yang dilakukan oleh Nemur, Strauss dan Burt dari Univesitas Beekman, dibiayai oleh Yayasan Welberg, termasuk proyek penelitian terhadap Algernon dan Charlie. Hanya nona Kinnian sebagai orang yang mengusulkan Charlie kepada orang-orang yang melakukan penelitian ini, yang tahu kalau Charlie dijadikan bahan percobaan, karena berbagai alasan Charlie tidak di izinkan untuk memberi tahu ke orang-orang tentang percobaan yang dilakukan terhadapnya. Hingga perubahan-perubahan pada Charlie Gordon mulai disadari oleh orang-orang disekelilingnya.
Charlie menjadi jauh lebih pandai dari sebelumnya, Dia mulai tahu kalau ada orang yang mempermainkannya untuk sekedar dijadikan bahan lelucon, dia akhirnya tahu kalau selama ini orang-orang menertawakan kebodohannya, dan dia mulai tahu apa yang seharusnya dia kerjakan.
Charlie juga menjalani terapi bersama dr. Strauss, prof. Nemur, dan Burt. Melalui proses-proses tersebut, Charlie mulai bisa mengingat kembali masa lalunya, terkadang terbawa mimpi. Kenangan-kenangan masa lalunya yang suram menghantuinya. Charlie seakan menikmati tontonan yang didalmnya Charlie Gordon yang  masih anak-anak menjadi pelaku utamanya. Karena mimpi-mimpi serta kenangan-kenangan yang muncul trus menerus membuat Charlie harus kekantor dr. Strauss dua kalli seminggu untuk melakukan terapi, yang tidak lain adalah menceritakan kembali semua mimpi serta kenangan itu hingga membuatnya merasa lebih baik.


Di tempat kerjanya Charlie mendapatkan bonus dan kenaikan gaji oleh pak Donners, karena dia berhasil menemukan cara agar mesin pengaduk adonan dapat berproduksi lebih cepat. Perubahan-perubahan Charlie yang begitu mendadak, membuat teman-temannya takut dan menjauhinya. Bahkan Charlie merasakan permusuhan, dan kebencian dari teman-temannya, hingga suatu hal menyebabkannya harus berhenti bekerja dari took kue Donners.. Karena membutuhkan teman bicara, Charlie pun menjadi semakin dekat dengan nona Kinnian, hingga Dia akhirnya jatuh cinta padanya. Meski bingung dengan apa yang dirasakannya, tapi Charlie tahu kalau apa yang dirasakannya kepada  itulah  cinta.
Semenjak melakukan operasi itu, Charlie tak pernah lagi pergi ke sekolah Beekman, tempat Charlie belajar dulu. Namun Alice Kinnian masih tetap mengajar di tempat itu. Dan ketika Charlie mengunjungi tempat itu, dan menemui teman-temannya, dsitulah pertengkaran pertamanya dengan Alice terjadi. Sekarang IQ Charlie mencapai 185, yang awalnya hanya mencapai IQ 70. Jauh dibawah manusia normal, dan kemudian menjadi jauh diatas manusia normal.  Hal ini membuat begitu banyak masalah dalam kehidupan Charlie, mulai dari bayang-bayang masa lalunya yang Charlie sendiri bahkan tidak tahu kalau itu nyata atau tidak. Masalah hingga Charlie dijauhi teman-temannya dan dipecat dari pekerjaannya, dan perbedaan-perbedaan  tingkat kecerdasan antara dia dan Alice Kinnian yang membuat mereka bertengkar hebat.
 Dan masalah lainnya pun muncul kepermukaan. Prof. Nemur sebagai anggota dewan senior proyek penelitian yang menjadikan Charlie sebagai bahan percobaan, terlalu berambisi dan akhirnya mengacaukan segalanya. Tanpa waktu yang benar-benar cukup untuk memastikan kalau semua percobaannya untuk membuat cerdas orang yang mengalami keterbelakangan mental, dia ingin mengumumkan hasilnya kepada Yayasan yang membiayai proyeknya ini, Yayasan Welberg.
Charlie Gordon menjadi tidak sabaran dan mudah tersinggung. Perubahan ini juga sudah terlihat pada Algernon, tikus putih yang dijadikan bahan percobaan sebelum Charlie, menjadi lebih agresif.

Akibat masalah-masalah yang ada, pada rapat Konvensi Psikologi Internasional di Chicago, Charlie melarikan diri bersama Algernon, menjauh dari universitas Beekman, dari Yayasan Welberg, dan dari Prof. Nemur, dr. straus, Serta Burt yang merupakan mahasiswa Prof. Nemur yang juga ikut membantu dalam proyek ini. Dalam proses persembunyiannya, dia sama sekali tidak berkomunikasi atau berhubungan dengan Alice Kinnian, agar tidak ditemukan, Charlie berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Uang yang didapatnya sebagai imbalan atas kesediannya dijadikan bahan percobaan, serta uang simpanannya selama bekerja di toko kue Donners, masih lebih dari cukup untuk menghidupinya selama pelarian itu.
 Dan kemudian ia bertemu dengan Fay, seorang seniman yang senang sekali berdansa. Charlie menjalani hubungan khusus dengan Fay, tapi rasa yang Charlie punya pada Fay tidak seperti rasa yang Ia punya untuk Alice, apalagi setelah ia tahu seperti apa sifat asli dan kebiasaan-kebiasaan buruk Fay yang bergonta-ganti pasangan saat ia bosan. Fay memang seorang seniman, pelukis lebih tepatnya, yang mudah sekali diserang rasa bosan. Fay membiarkan kamarnya berntakan, tak selayaknya kamar seorang wanita, alasannya karena Fay tidak menyukai bentuk yang teratur atau suatu garis lurus, karena itu membuatnya cepat bosan. Hubungannya Charlie dengan Fay pun berakhir, .
Semenjak pelariannya itu, Charlie dan Algernon menjadi  populer karena diberitakan oleh berbagai media massa. Melalui media massa inilah, Charlie kemudian mengetahui alamat keluarganya, yang Charlie sendiri tidak tahu, apakah ia masih dianggap keluarga atau bukan setelah bertahun-tahun di kucilkan. Dari situ juga Charlie mendapatkan informasi, semenjak dia tidak diakui anak lagi oleh ibunya, orang tuanya kemudian berpisah.

Charlie pun mencoba mendatangi tempat pangkas rambut milik ayahnya, namun Charlie tak berani mengaku kalau dia adalah Charlie Gordon, yang tak lain adalah anak dari pemilik salon tersebur. Kemudian, ia mendatangi rumah Rose dan Norma, Ibu dan adik perempuannya, di Brooklyn. Dia mendapati fakta, ibunya menjadi gila akibat masalah-masalah yang menimpa keluarganya dimasa lalu. Apa yang terjadi kemudian? Akankahkah Charlie kembali hidup bersama keluarga yang pernah tidak mengakuinya sebagai keluarga?
Dan disisi lain, Algernon terus mengalami penurunan kecerdasan secara drastis, dia menjadi liar dan mudah marah, hingga tak lama kemudian mati. Bagaimana nasib Charlie Gordon yang juge melakukan operasi yang sama seperti Algernon? Hanya penurunan tingkat kecerdasan kah yang akan dialami oleh Charlie atau malah hal akhir yang sama seperti yang dialami Algernon, yaitu kematian???
Kalau ingin tahu cerita lengkapnya, jangan lupa beli dan baca bukunya yah… ^_^

















BAB 3
PENUTUP

Kesimpulan
Manusia mempunyai batas-batas yang tidak dapat dilalui, merubah manusia dalam waktu waktu singkat akan membuatnya dalam waktu singkat berbalik keadaan. Karena kecerdasan manusia didapatkan melalui suatu proses yang panjang, tidak hanya melalu suatu operasi. Karena tingkat kecerdasan sesorang yang rendah, bukan berarti kita juga memandangnya sebagai manusia rendah, karena derajat manusia bukan hanya dilihat dari IQ, tapi juga EQ, serta dari nilai ketakwaan manusia terhadap sang pencipta.

Saran
            Sebagai seorang manusia yang diciptakan normal, hargailah apa yang diberikan Tuhan kepada kita, jangan merubah “Sesuatu” yang tak semestinya diubah, dan jangan meremehkan orang-orang yang terlahir tak sesempurna kelahiran kita, karena sesungguhnya kesempurnaan merupakan pakaian agung sang pencipta yang tak seorang makhluk pun memilikinya.

4 komentar:

  1. Menjadikan mimpi menjadi nyta adalah hal yang sangat sulit direalisasikan, tapi dengan semangat dan kerja keras suatu saat nanti mimpi itu pasti terwujud..!!!!

    BalasHapus
  2. Ini novel punya adik saya,,, sempat baca dan ternyata bagus!!

    BalasHapus
  3. Hmmm... Pgen baca deh novelnya

    BalasHapus

Silahkan tambahkan komentar sesuai hati nurani anda, dan tidak mengandung SARA